BUAH
POKOK BIDARA
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas UAS
Dosen : Edy
Candra, S.Si, MA

FAUZIAH NURHANIFAH
NIM : 59461262
TARBIYAH/IPA-BIOLOGI D/VII
KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA
JURUSAN TADRIS IPA BIOLOGI-FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ( IAIN )
SYEKH NURJATI CIREBON
|
KATA
PE NGANTAR
Segala
puji bagi Allah atas limpahan Rahmat, Taufiq, serta Hidayah-Nya
sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Buah Bidara Pokok”. Shalawat serta
salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah
banyak memberikan informasi kepada penulis sehingga terselesaikan tugas
makalah ini. Makalah ini dibuat bertujuan untuk mengetahui pengertian buah yang
terkandung dalam al-Qur’an.
Dalam
penulisan ini, penulis yakin bahwa pasti banyak terdapat kekurangan dan
kesalahan, sehingga penulis memohon saran dan kritik dari para pembaca demi
kebaikan pada penulisan berikutnya. Dan akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat
khususnya penulis dan umumnya bagi pembaca.
Cirebon, 4 Desember 2012
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Terdapat banyak jenis
tumbuhan yang disebut di dalam al-Qur’an diantaranya adalah buah. Banyak sekali
buah yang disebutkan di dalam al-Qur’an diantaranya yaitu buah Pokok Bidara (Ziziphus Mauritian).
Al-Qur’an merupakan sumber inspirasi dari ilmu pengetahuan, sehingga manusia
mampu mengkaji dan mengembangkan ilmu sebagaimana sekarang ini. Segala sesutau
telah disebutkan di dalam al-Qur’an sebelum sesuatu itu diketahui oleh manusia.
Dengan adanya para ilmuan yang mengkaji hal tersebut, maka dapat terkembangkan.
Dengan demikian,
disusunlah makalah tentang buah Pokok Bidara ini yang telah disebutkan dalam
al-Qur’an untuk dapat mengkaji lebih lanjut tentang buah Pokok Bidar atersebut.
B.
Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dari makalah ini adalah:
1.
Bagaimana
buah Pokok Bidara dalam perspektif al-Qur’an?
2.
Bagaimana
buah Pokok Bidara dalam perspektif ilmu biologi?
C.
Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini adalah untuk:
1.
Mengkaji
buah Pokok Bidara yang telah disebutkan di dalam al-Qur’an.
2.
Mengetahui
buah Pokok Bidara dalam perspektif al-Qur’an.
3.
Mengetahui
buah Pokok Bidara dalam perspektif ilmu Biologi.
BAB
II
KAJIAN
KEISLAMAN
A.
Ayat
Al-Qur’an yang Berkaitan
Ayat Al-Qur’an yang
berkaitan dengan buah Pokok Bidara adalah surat As-Saba’ ayat 16 dan
surat Al-Waqi’ah ayat 28.
1.
Surat
As-Saba’ ayat 16
(#qàÊtôãr'sù $uZù=yör'sù öNÍkön=tã @øy ÇPÌyèø9$# Nßg»oYø9£t/ur öNÍköoK¨Zpg¿2 Èû÷ütF¨Zy_ ötA#urs @@à2é& 7Ý÷Hs~ 9@øOr&ur &äóÓx«ur `ÏiB 9ôÅ 9@Î=s% ÇÊÏÈ
Artinya:
“Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka
banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang
ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon
Sidr“ (QS.34:16).
2.
Surat
Al-Waaqi’ah ayat 28
Îû 9ôÅ 7qàÒø¤C ÇËÑÈ
Artinya:
“Berada di antara pohon bidara yang tak berduri” (QS.56:28).
3.
Surat
An-Najm ayat 12-18
¼çmtRrã»yJçFsùr& 4n?tã $tB 3tt ÇÊËÈ ôs)s9ur çn#uäu »'s!÷tR 3t÷zé& ÇÊÌÈ yZÏã ÍouôÅ 4ygtFZçRùQ$# ÇÊÍÈ $ydyYÏã èp¨Zy_ #urù'pRùQ$# ÇÊÎÈ øÎ) Óy´øót nouôÅb¡9$# $tB 4Óy´øót ÇÊÏÈ $tB sø#y ç|Çt7ø9$# $tBur 4ÓxösÛ ÇÊÐÈ ôs)s9 3r&u ô`ÏB ÏM»t#uä ÏmÎn/u #uö9ä3ø9$# ÇÊÑÈ
Artinya:
“Maka Apakah kaum (musyrik Mekah) hendak membantahnya tentang apa
yang telah dilihatnya? (12) dan Sesungguhnya Muhammad telah melihat
Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang
lain (13) (yaitu) di Sidratil Muntaha (14) di dekatnya ada
syurga tempat tinggal (15) Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil
Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya (16) penglihatannya
(Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula)
melampauinya (17) Sesungguhnya Dia telah melihat sebahagian
tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar (18)”
B. Penafsiran Kalimat As-Sidr
1. Tafsir Al-Qurthubi
Kata wa
min syaiin min sidrin qolilin “Dan sedikit dari pohon Sidr”. Sidr
adalah nama jenis pohon. Ada dua macam jenis Sidr yaitu 1) Sidr yang ditanam di
daratan. Pohon ini tidak dapat dimanfaatkan, daunnya tidak baik untuk air
cucian dan memiliki buah yang tidak enak dimaka, pohon ini disebut pohon Dhal.
2) Sidr yang tumbuh di air. Buahnya seperti teratai dan daunnya baik untuk air
cucian. Pohon ini diseut pohon Unnab (Al Qurthubi.2009:694).
2. Tafsir Ath-Thabari
Kata wa
min sidrin qolilin (Dan sedikit dari pohon Sidr) (Abu
Ja’far.2009:370).
3. Tafsir Al Maraghi
As Sidr adalah
pohon nabaq (sejenis pohon Bidara) (Ahmad.1988:111).
4. Tafsir Ibnu Katsir
Sidratul
Muntaha digambarkan sebagai Pohon Bidara yang sangat besar, tumbuh mulai Langit
Keenam hingga Langit Ketujuh. Dedaunannya sebesar telinga gajah dan
buah-buahannya seperti bejana batu, Dari Anas bin Malik, dari Malik bin
Sha’sha’ah, dari Nabi SAW. (Ghoffar.2007).
C.
Hadits
yang Berkaitan
Rasulullah s.a.w., bersabda:
عَنْ اُمِّ عَطِيَّةَ قَالَتْ دَخَلَ عَلَيْنَا
النَّبِىُّ صَلَّى للهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
وَنَحْنُ نَغْسِلُ ابْنَتَهُ فَقَالَ
اغْسِلْنَهَاثَلاَثًا اَوْخَمْسًا اَوْاَكْثَرَمِنْ ذَلِكَ
اِنْ رَاَيْتُنَّ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ
فِى اْلآخِرَةِ كَافُوْرًاَوْشَيْأًمِنْ كَافُوْرٍ
فَاِذَ افَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِى فَلَمَّا
فَرَغْنَا آذَ نَّاهُ فَاَلْقَى اِلَيْنَاحَقْوَهُ فَقَالَ اَشْعِرْنهَاَاِيَّاهُ.
Hadis Sahih Bukhari dan
Muslim daripada Ummu Athiyah r.a.
Artiya:
“Nabi s.a.w. masuk ke
tempat kami, ketika kami sedang memandikan puteri beliau(Zainab binti
Rasulullah s.a.w.). Lalu beliau bersabda: “Mandi (sampai bersih benar) tiga
atau lima kali lebih banyak dari itu sesuai dengan keperluannya. Dengan air
yang sudah dicampur daun sidir(bidara), dan penghabisan dengan air kapur. Bila
telah selesai, lalu kami beritahukan beliau. Beliau memberikan kainnya kepada
kami, seraya berkata: “Pakaikanlah kain ini sebagai kafannya lapis
pertama”.
BAB
III
KAJIAN
SAINS
A.
Gambar
Standar Kompetensi :
- Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks salingtemas.
Kompetensi Dasar :
2.1 Mengidentifikasi
struktur jaringan tumbuhan dan mengkaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan
sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan.
B.
Sistematika
Sistematika dari Bidara
adalah (Cakmus.2009) :
Kingdom : Plantae
Divisio :
Magnoliophyta
Classis : Magnoliopsida
Subclassis : Rosidae
Ordo : Rhamnales
Familia : Rhamnaceae
Genus : Ziziphus
Genus : Ziziphus
Species : Ziziphus mauritiana
Nama dalam Al-Qur’an: Sidr
Nama Arab : Nabaq, Sidr
Nama umum
Indonesia : Bidar,
Widar, dara (sunda), Widoro (Jawa), Bukol (Madura)
Inggris : Indian
Jujube, common jujube
Melayu : Bidara,
ujube, epal siam
Vietnam : Tao, tao
nhuc, tao ta
Tailand : Phutsta
Pilipin :
Mansanitas
C.
Deskripsi
Buah
Pokok Bidara (Ziziphus mauritiana) termasuk dalam familia Rhammaceae.
Familia Rhammaceae ini memiliki kurang lebih 55 genus dan 900 species
(Anjum.2005).
Deskripsi dari Ziziphus mauritiana adalah sebagai
berikut:
1.
Habitat
dan Penyebaran
Ziziphus
mauritiana adalah salah satu
buah yang paling kuno asli India. Tumbuhan ini tumbuh di daerah tropis, sub
tropis dan daerah gersang (Godara.2007).
Tanaman
ini berasal dari Timur Tengah dan telah menyebar di wilayah Tropik dan sub
tropik, termasuk Asia Tenggara. Tanaman ini dapat beradaptasi dengan berbagai
kondisi, tetapi tumbuhan ini lebih menyukai udara yang panas dengan curah hujan
berkisar antara 125 mm dan di atas 2000 mm. Suhu maksimum agar dapat tumbuh
dengan baik adalah 37-48C, dengan suhu minimun 7-13C. Tanaman ini umumnya
ditemukan pada daerah dengan ketinggian 0-1000 m dpl (Dahiru.2010).
Liar
dan dibudidayakan ditemukan di kering daerah dan tempat-tempat berbatu (Marwat.
2009).
2.
Habitus
Z.
mauritiana adalah tumbuhan
semak, dengan tinggi mencapai 15 m (Clifford.2001). Familia Rhammaceae memiliki
perawakan semak atau pohon jarang yang berupa terna (Gembong.2010).
3.
Akar
Perakaran
tunggang
4.
Batang
Pohon
selalu hijau atau setengah meranggas, tumbuh tegak, atau menyebar dengan
cabang-cabangnya yang terkulai (declinatus) memiliki goresan tak beraturan,
berwarna abu-abu atau hitam pudar setiap percabangan ranting terdapat dua duri
yang mengalami modifikasi pada bagian ujungnya., satu berkelok dan yang lainnya
lurus. (Heyna.1897).
Batangnya
silinder, berwarna coklat kemerahan, pada batang yang sudah tua akan
berwarna keabu-abuan pudar, permukaan kasar, keras dan berkayu (Latif.2002).
5.
Daun
Daunnya
berbentuk bulat telur atau lonjong dengan puncak membulat dan tepi daun
bergerigi. Panjang daunnya kurang 3,8 cm, lebarnya 2,9 cm. Daun berwarna
hijau, mengkilap di sisi atas dan hijau pucat keabu-abuan dibawah
(Yovita. 2009).
Berdaun
tunggal dengan letak yang berselang-seling, berbentuk bundar-lonjong, berukuran
2-9 cm x 1,5-5 cm, dengan tepian yang berkilap, tidak berbulu. Tulang daun
membujur nyata dengan tangkai daun berukuran panjang 8-15 mm. Daun berwarna
hijau dan akan menguring ketika menua (Clifford.2001).
6.
Bunga
Bunganya
kecil, bunga majemuk, berwarna hijau kekuningan, letak axilar daun
(inflorescence), berpuncak datar, bunganya bergerombol (Yovita.2009).
Gagang
bunga panjangnya 2-3 mm, berwarna kekuningan, berbau harum. Daun mahkota
berjumlah 5 helai, dengan daun kelopaknya berjumlah 5 dan bercuping bercuping.
Benang sari 5 utas, dengan bakal buah tenggelam beruang 1-4 dan tangkai putik
bercabang 2. Cakramnya bercuping 10 atau beralur-alur (Clifford.2001).
Bunga
uniseksual, muncul dari ketiak daun, berbentuk payung menggarpu, panjangnya 1-2
cm, tersusun atas 7-20 kuntum bunga (Latif.2002). Tipe polen pada Ziziphus
marauritiana adalah Tricolporat (Anjum.2005).
Gambar
Polen
7.
Buah
Buah
ini bentuknya oval, obovate, lonjong atau bulat. Kulit berwarna hijau
mengkilat, permukaan halu, tipis tapi ketat. Daging buah berwarna putih dan
renyah. Memiliki aroma yang enak (Clifford.2001).
Buah-buahan
berwarna hijau dan menguning saat menua. Buah yang matang lunak, berair
dengan kulit keriput dan memiliki aroma menyenangkan. Buah yang matang rasanya
asam manis. Tekstur dan rasanya mirip buah Apel (Saran.2007).
Buahnya
bertipe buah batu, berbentuk bulat, sampai bulat telur, dapat mencapai ukuran 6
cm x 4 cm. Kulit buah halus atau kasar, mengkilap, berwarna kekuningan sampai
kemerahan. Daging buah berwarna putih, banyak mengandung sari buah, rasanya
asam atau manis (Gembong.2009:309).
8.
Biji
Bakal
buah menumpang atau tenggelam, beruang 1-4, dalam tiap ruang berisi 1 bakal
biji. Biji memiliki endosperm, lembaga lurus dan besar (Gembong.2009:309).
Biji
terletak dalam batok yang berbenjol dan beralur tidak beraturan yang berisi 1-2
inti biji yang berwarna coklat pada tiap ruang (Clifford.2001).
D.
Fisiologi
Zizyphus
marauritiana termasuk ke dalam tanaman
C3. Dinamakan tanaman C3 karena produk fiksasi karbon organik pertama tanaman
ini adalah senyawa berkarbon-tiga, 3-fosfogliserat. Tanaman C3 memproduksi
makanan apabila stomatanya tertutup pada hari yang panas dan kering. Tingkat CO2 yang
menurun dalam daun akan mengurangi bahan ke siklus Calvin yang membuat keadaan
memburuk, rubisco dapat menerima O2 sebagai pengganti CO2.
Karena konsentrasi O2 melebihi konsentrasi CO2 dalam
ruang udara di dalam daun, rubisco menambahkan O2 pada siklus
Calvin dan bukannya CO2. Produknya terurai dan satu potong senyawa
berkarbon dua dikirim keluar dari kloroplas. Mitokondria dan peroksisom
kemudian memecah molekul berkarbon dua menjadi CO2. Proses ini
disebut fotorespirasi, karena proses ini terjadi dalam cahaya dan mengkonsumsi
O2. Tidak seperti fotosintesis, fotorespirasi tidak
menghasilkan ATP dan makanan (Heyna.1897).
Kekeringan
merupakan faktor utama yang membatasi pertumbuhan dan pembangunan di
tinggi tanaman. Karena kekeringan adalah kejadian umum di lingkungan
mengalami pasokan air terbatas. Tanaman ini dapat menghindari stres
kekeringan dengan memaksimalkan penyerapan air yaitu dengan penutupan stomata
(Clifford.2001).
E.
Manfaat
Bagian
dari Pokok Bidara yang dapat dimanfaatkan adalah buah, daun dan kayu
(Marwat.2009).
1.
Daun
pokok bidara biasanya digunakan ketika memandikan jenazah bagi orang Islam.
Daunnya juga biasa digunakan ketika mandi wajib bagi wanita yang baru
suci daripada haid (Marwat.2009).
2.
Buah
Pokok Bidara dapat dimakan dalam keadaan segar, atau diperas menjadi minuman
penyegar, juga dikeringawetkan, atau dibuat manisan. Buah ini dapat
mempertahankan kelembaban dan keseimbangan tubuh (Marwat.2009).
3.
Buah
bidara dapat dimakan dalam keadaan segar atau diperas menjadi minuman penyegar,
diawetkan atau dibuat manisan. Daun muda, dapat digunakan sebagai sayuran, atau
pakan ternak. Kulit kayu dan buahnya menghasilkan pewarna. Kayunya kemerahan,
bertekstur halus, keras, dan tahan lama, dan digunakan sebagai kayu bubur,
peralatan rumah tangga, atau peralatan lainnya. Buah, biji, daun, dan kulit
kayu, serta akar berkhasiat untuk pengobatan dan membantu pencernaan (Heyne.
1987).
4.
Memiliki
khasiat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di antaranya, diare, kencing
manis dan malaria (Yovita.2009).
5.
Pernah
dilaporkan bahwa buah bidara juga direbus dan menghasilkan sirop (Dahiru.2010).
6.
Di
India pohon bidara merupakan salah satu dari beberapa jenis tanaman yang
digunakan untuk pemeliharaan serangga lak: ranting-ranting yang terbungkus oleh
sekresi serangga itu dipungut untuk diproses menjadi sirlak (Saran.2007).
7.
Kulit
kayu dan buahnya menghasilkan bahan pewarna. Kayunya berwarna kemerahan,
bertekstur halus, keras, dan tahan lama, dan digunakan sebagai kayu bubut, alat
rumah tangga, dan alat-alat lain. Buah, biji, daun, kulit kayu dan akarnya
berkhasiat obat, terutama untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal untuk
luka (Marwat.2009).
8.
Di
Malaysia rebusan kulit kayunya dapat dimanfaatkan untuk obat sakit perut
(Latif. 2002).
9.
Buah
matang sebagian besar dikonsumsi mentah tetapi mereka juga dapat dibuat terang,
kering dan bubuk. Daunnya dapat dikonsumsi oleh unta, kambing, sapi dan gizi.
Nutrisi buah matang lebih kaya dari buah Apel yaitu pada kandungan
protein, fosfor, kalsium, karoten dan vitamin C (Saran. 2007).
10.
Dapat
dilakukan untuk pengobatan luka, anodyne dan tonik, obat penahan darah dan
memurnikan darah (Marwat.2009).
11.
Pada
suatu penelitian diketahui bahwa ekstrak buah Ziziphus mauritiana bersifat
hepatoprotektif mampu menginduksi diinduksi hati pada tikus. Hal tersebut
karena buah Bidara mengandung senyawa, asam caffeic, p-hidroksibenzoat,
fenolik dan kaya vitamin C (Dahiru.2010).
BAB
IV
PENUTUP
Kesimpulan
Di
dalam Al-Qur’an terdapat beberapa ayat yang menyebutkan tentang buah Pokok
Bidara diantaranya yaitu surta Al-Waqi’ah ayat 28, As-Saba’ ayat 16 dan An-Najm
ayat 12-18. Di dalam al-Qur’an buah Pokok Bidara disebut dengan buah As-Sidr. As-Sidr ini
bermakna pohon serupa pohon bidara.
Berdasarkan
kajian sains, buah Pokok Biduri (Ziziphus mauritiana) termasuk
dalam familia Rhammaceae. Buah ini berasal dari Timur Tengah dan sekarang sudah
menyebar ke berbaga Negara. Berupa semak, batang berkayu, daun tunggal, bunga
kecil uniseksual, buah batu. Buah ini memiliki banyak memiliki manfaat bagi
manusia, diantaranya yaitu sebagai obat dan sebagai buah.
DAFTAR PUSTAKA
Al-Halabi,
Mushthafa Al-Babi. 1988. Tafsir Al-Maraghi.semarang: Tohaputra.
Al-Qurthubi,
Syaikh Imam. 2009. Tafsir Al-Qurthubi. Jakarta: Pustaka Azzam.
Ath-Thabari, Abu
Ja’far Muhammad. 2009. Tafsir Ath-Thabari. Jakarta: Puataka Azzam.
Cakmus.2009. Klasifikasi
Tumbuhan. (http://www.plantamor.com )
diakses pada tanggal 4 Juni 2012
Clifford;dkk.
2001. Physiological and morphological adaptations of the fruit tree
Ziziphus mauritiana in response to progressive drought stress. Australia:
Tree Physiology Vol.2, No.1
Dahiru. 2010. Ziziphus
mauritiana Fruit Extract Inhibits Carbon Tetrachloride-induced Hepatotoxicity
in Male Rats. Nigeria: Pakistan Journal of Nutrition Vol.9, No.10
Heyne, K.
1987. Tumbuhan Berguna Indonesia. Jakarta: Yayasan
Sarana Warna
Jaya Gambar Buah Pokok Bidara (http://upload.wikimedia.org/wikipedia/
/PokokBidaraBunga.jpg) diakses pada tanggal 4 Juni 2012
Ghoffar,
M.Abduh.2007. Terjemah Tafsir Ibnu Katsir. Jakarta; Pustaka Imam
Asy-Syafi’i
Saran, P.L.
2007. Biodiversity Among Indian Jujube (Zizhiphus mauritiana)Genotype For
Powder Mildew and Other Traits. Hisar: Journal Botany Vol.5, No.3
Latif, AM.
2002. Chinee Apple Indian Jujube Zizhiphus mauritiana. America:
Queensland Government
Marwat , Sarfaraz
Khan. 2009. Fruit Plant Species Mentioned in the Holy Qura’n and Ahadith
and Their Ethnomedicinal Importance. Pakistan: American-Eurasian Journal
Vol.5, No. (2)
Qaisar, Anjum
Perveen.2005. Pollen Flora Of Pakistan –XLIV Rhammaceae. Pakistan:
Journal Botany Vol.7, No.2
Tjitrosoepomo,
Gembong. 2009. Taksonomi Tumbuhan (Dpermatophyta). Yogyakarta: UGM
Press
Yovita, Andri .2009. Deskripsi Familia
Rhammaceae. (http://ita//upload.
blogspot.com )
diakses pada tanggal 4 Juni 2012